Hawa
dingin dataran tinggi Dieng pagi itu terasa menusuk hingga mematikan fungsi
saraf di ujung jari jemari. Sesaat setelah ibadah subuh saya memulai perjalanan
menuju kompleks Candi Arjuna. Berdasarkan catatan sejarah, Kompleks Candi
Arjuna merupakan candi tertua di tanah Jawa. Diperkirakan kompleks candi ini
dibangun pada awal abad ke-9 Masehi. Hal ini diperkuat dengan bukti penemuan
sebuah prasasti dengan aksara jawa kuno pada sekitar tahun 731 Caka (tahun 809
masehi) dan menjadi prasasti tertua yang disimpan di Galeri Museum Nasional,
Jakarta.
Tidak
sulit untuk menemukan lokasi kompleks Candi Arjuna yang secara geografis berada
di dekat garis perbatasan wilayah Kabupaten Banjarnegara dengan Kabupaten
Wonosobo, Jawa Tengah. Plang penujuk jalan menuju Kompleks Candi Arjuna pun
banyak terlihat di setiap sisi jalan di kawasan dataran tinggi Dieng untuk
memandu para wisatawan yang hendak berkunjung ke kompleks candi peninggalan era
Dinasti Sanjaya ini.
Di
Kompleks Candi Arjuna ini terdapat lima bangunan candi yang berjajar lurus dari
sisi utara ke selatan. Deretan candi-candi tersebut memiliki bentuk dan ukuran
yang berbeda-beda. Rata-rata ketinggian candi yang ada di kompleks Candi Arjuna
ini hanya setinggi empat hingga lima meter saja. Di sekeliling candi terdapat
jalur bebatuan kerikil yang difungsikan sebagai jalur bagi umat Hindu yang
sedang bersembahyang untuk berkeliling mengitari candi.
Menurut
catatan sejarah, Kompleks Candi Arjuna di Dataran Tinggi Dieng ini pertama kali
ditemukan oleh seorang tentara Inggris pada tahun 1814. Pada waktu pertama kali
ditemukan, kondisi Kompleks Candi Arjuna tengah dalam keadaan terendam air
telaga. Kemudian upaya penyelamatan kompleks bangunan candi pun dilakukan
dibawah pimpinan H.C. Cornelius sekitar 40 tahun pasca penemuan. Proses
penyelamatan lalu dilanjutkan dibawah pimpinan seorang tentara Belanda bernama
Van Kinsbergen pada masa kolonial Hindia Belanda.
Menilik
dari simbol kepercayaannya, Kompleks Candi Arjuna merupakan sebuah candi yang
difungsikan sebagai tempat pemujaan bagi Dewa Syiwa, dewa teragung dalam
kepercayaan umat Hindu yang terkenal dengan Trimurti (Syiwa, Wisnu, Brahma).
Hal tersebut dapat dibuktikan dari relief ketiga Dewa Trimurti yang terpahat di
dinding Candi Srikandi yang letaknya berada persis di sebelah utara Candi
Arjuna.
Kompleks
Candi Arjuna sendiri terdiri dari lima bangunan candi yang berdiri di lahan
seluas kurang lebih satu hektar. Kelima candi tersebut antara lain adalah Candi
Arjuna sendiri sebagai candi utama, Candi Semar yang letaknya berhadapan
langsung dengan candi utama. Kemudian berjajar berurutan hingga ke utara
terdapat Candi Srikandi, Candi Sembadra, dan Candi Puntadewa.
Selain
kelompok Arjuna, ada dua kelompok candi lagi dan satu kompleks yang memiliki
benang merah berupa candi bernama tokoh pewayangan dalam kisah Mahabarata ini.
Kelompok candi yang kedua adalah kelompok Gatutakaca yang terdiri dari lima
candi, antara lain Candi Gatutkaca, Candi Setyaki, Candi Nakula dan Sadewa,
serta Candi Gareng dan Petruk. Akan tetapi kelompok candi ini sekarang hanya
menyisakan Candi Gatutakaca saja yang berdiri tak jauh dari kompleks Candi
Arjuna.
Kelompok
Candi yang ketiga adalah kelompok Dwarawati yang terdiri atas Candi Dwarawati,
Candi Abiyasa, Candi Pandu, dan Candi Margasari. Namun saat ini dalam kelompok
candi ini hanya menyisakan Candi Dwarawati saja yang berdiri di bukit sisi
selatan dari kompleks Candi Arjuna.
Sedangkan
satu kompleks candi lagi adalah Candi Bima yang merupakan candi dengan bangunan
paling besar diantara candi-candi lainnya di dataran tinggi Dieng. Letaknya
yang berdekatan dengan Kawah Sikidang. Nama candi-candi di Dieng ini memang
sering dikaitkan dengan kisah wayang Gatotkaca. Konon dulunya Kawah Sikidang
merupakan kawah candradimuka tempat digemblengnya putra Bima oleh Batara
Anggajali yang kemudian dikenal sebagai ksatria sakti mandraguna bernama
Gatutkaca.
Berwisata
di kompleks Candi Arjuna ini menjadi sebuah hukum wajib bagi kamu para travellers yang tengah berwisata di dataran tinggi
Dieng ini. Tak hanya dapat menikmati dinginnya udara pegunungan dan hamparan
bukit yang menawan di mata saja, kamu juga dapat mempelajari kisah peradaban
Kerajaan Mataram Kuno sebagai cikal bakal kerajaan -kerajaan agung di tanah
Jawa lewat kompleks candi-candi yang ada disini.
Selain
itu, kompleks Candi Arjuna juga menjadi venue perayaan
festival budaya akbar setiap tahunnya. Melalui Dinas Pariwisata dan Kelompok
Sadar Wisata dari masyarakat setempat, terciptalah Dieng Culture Festival
dengan ritual memotong rambut anak berambut gimbal di candi utama sebagai
puncak perayaan festivalnya.
Aktivitas Yang Bisa
Dilakukan di Candi Arjuna
·
Wisata Sejarah dan Arsitektur
Kompleks Candi Arjuna merupakan bukti otentik kisah peradaban manusia pada zaman kerajaan Mataram Kuno di tanah Jawa. Dengan mengunjungi situs-situs bersejarah di dataran tinggi Dieng ini, kamu dapat mempelajari pola hidup manusia di zaman dahulu yang telah mengenal arsitektur yang sarat akan nilai filosofi dan spiritual. Di setiap situs candi terdapat sebuah papan informasi yang berisi keterangan mengenai seluk beluk kompleks candi. Dari papan informasi ini kamu bisa menggali lebih dalam tentang cerita peradaban manusia jawa kuno di zaman dahulu.
Kompleks Candi Arjuna merupakan bukti otentik kisah peradaban manusia pada zaman kerajaan Mataram Kuno di tanah Jawa. Dengan mengunjungi situs-situs bersejarah di dataran tinggi Dieng ini, kamu dapat mempelajari pola hidup manusia di zaman dahulu yang telah mengenal arsitektur yang sarat akan nilai filosofi dan spiritual. Di setiap situs candi terdapat sebuah papan informasi yang berisi keterangan mengenai seluk beluk kompleks candi. Dari papan informasi ini kamu bisa menggali lebih dalam tentang cerita peradaban manusia jawa kuno di zaman dahulu.
·
Jalan-jalan
Hampir sama seperti ketika kamu berkunjung ke Candi Borobudur atau Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko di Yogyakarta, kompleks Candi Arjuna ini merupakan tempat yang cocok untuk berjalan-jalan menikmati suasanana sekeliling yang sejuk, hijau, dan asri. Fasilitas untuk pejalan kaki di kompleks Candi Arjuna ini tergolong cukup baik dan nyaman serta bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor tentunya. Banyaknya bunga dandelion yang tumbuh di halaman candi akan menjadikan jalan-jalanmu semakin menarik.
Hampir sama seperti ketika kamu berkunjung ke Candi Borobudur atau Candi Prambanan dan Istana Ratu Boko di Yogyakarta, kompleks Candi Arjuna ini merupakan tempat yang cocok untuk berjalan-jalan menikmati suasanana sekeliling yang sejuk, hijau, dan asri. Fasilitas untuk pejalan kaki di kompleks Candi Arjuna ini tergolong cukup baik dan nyaman serta bebas dari lalu lalang kendaraan bermotor tentunya. Banyaknya bunga dandelion yang tumbuh di halaman candi akan menjadikan jalan-jalanmu semakin menarik.
·
Mengunjungi Museum Kailasa
Hampir di setiap keberadaan situs bersejarah, pasti terdapat sebuah museum yang menyimpan koleksi batu-batu prasasti maupun arca. Begitu halnya dengan Kompleks Candi Arjuna. Tak jauh dari lokasi candi (di seberang pintu retribusi sisi utara) terdapat Museum Kailasa. Di museum ini kamu bisa menyaksikan aneka prasasti dan arca, replika candi, peralatan dapur dan perkebunan warga Dieng, serta hal-hal menarik lainnya. Melalui koleksi Museum Kailasa ini kamu bisa menggali sejarah kompleks Candi Arjuna secara menyeluruh.
Hampir di setiap keberadaan situs bersejarah, pasti terdapat sebuah museum yang menyimpan koleksi batu-batu prasasti maupun arca. Begitu halnya dengan Kompleks Candi Arjuna. Tak jauh dari lokasi candi (di seberang pintu retribusi sisi utara) terdapat Museum Kailasa. Di museum ini kamu bisa menyaksikan aneka prasasti dan arca, replika candi, peralatan dapur dan perkebunan warga Dieng, serta hal-hal menarik lainnya. Melalui koleksi Museum Kailasa ini kamu bisa menggali sejarah kompleks Candi Arjuna secara menyeluruh.
·
Hunting Foto
Inilah salah satu kegiatan wajib yang biasa dilakukan oleh para travellers , terutama yang memiliki minat dan kemampuan di bidang fotografi ataupun yang telah menyandang predikat profesional. Kompleks Candi Arjuna yang terletak di dataran tinggi Dieng ini sangatlah photogenic. Kamera jenis apapun yang kamu bawa jika sudut penglihatan kamu jeli maka bisa dijamin frame-frame yagn dihasilkan pasti cukup indah, apalagi saat pagi hari dimana sinar mentari masih berwarna kuning keemasan. Bweeeuuhh…
Inilah salah satu kegiatan wajib yang biasa dilakukan oleh para travellers , terutama yang memiliki minat dan kemampuan di bidang fotografi ataupun yang telah menyandang predikat profesional. Kompleks Candi Arjuna yang terletak di dataran tinggi Dieng ini sangatlah photogenic. Kamera jenis apapun yang kamu bawa jika sudut penglihatan kamu jeli maka bisa dijamin frame-frame yagn dihasilkan pasti cukup indah, apalagi saat pagi hari dimana sinar mentari masih berwarna kuning keemasan. Bweeeuuhh…
·
Menyaksikan Dieng Culture Festival dan Jazz
Atas Awan
Setiap tahunnya di Kompleks Candi Arjuna dilangsungkan perayaan Dieng Culture Festival dan Jazz Atas Awan. Dua acara itu biasanya digelar dalam waktu yang berdekatan, Jumat – Minggu, dan sebagai acara inti ada prosesi pemotongan rambut anak gimbal. Acara ini biasa dilangsungkan pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juli atau awal Agustus. Satu hal yang menarik dari acara ini adalah perta kembang api serta penerbangan lampion yang meriah. Inilah salah satu festival di Indonesia yang layak kamu saksikan.
Setiap tahunnya di Kompleks Candi Arjuna dilangsungkan perayaan Dieng Culture Festival dan Jazz Atas Awan. Dua acara itu biasanya digelar dalam waktu yang berdekatan, Jumat – Minggu, dan sebagai acara inti ada prosesi pemotongan rambut anak gimbal. Acara ini biasa dilangsungkan pada pertengahan tahun, sekitar bulan Juli atau awal Agustus. Satu hal yang menarik dari acara ini adalah perta kembang api serta penerbangan lampion yang meriah. Inilah salah satu festival di Indonesia yang layak kamu saksikan.
Lokasi dan Akses
Menuju Candi Arjuna
Kompleks
Candi Arjuna terletak di Desa Dieng Kulon, Kecamatan Batur, Kabupaten
Banjarnegara, Jawa Tengah. Lokasinya berbatasan langsung dengan Desa Dieng
Wetan yang secara administratif masuk wilayah Kabupaten Wonosobo. Meski
terletak di wilayah Banjarnegara, rute termudah dan terdekat untuk mencapai
Dieng adalah dari Kabupaten Wonosobo. Jika kamu naik kendaraan umum, pastikan
sampai di Terminal Mendolo Wonosobo sebelum pukul 16.00 WIB supaya tidak
kesulitan mendapatkan bus menuju Dieng. Perjalanan dari Wonosobo hingga Dieng
memakan waktu sekitar 1 jam.
Harga Tiket
Tiket
masuk Candi Arjuna Rp 5.000 per orang. Namun biasanya wisatawan disarankan
membeli tiket terusan dengan Kawah Sikidang seharga Rp 10.000 per orang.
Tempat Wisata dan
Lokasi Asik di Sekitar Candi Arjuna
· Kawah Sikidang
Berada tak jauh dari kompleks Candi Arjuna, Kawah Sikidang merupakan kawah belerang aktif dan menjadi salah satu maskot destinasi wisata dataran tinggi Dieng. Bagi kamu yang hendak mengunjungi tempat ini, disarankan membawa masker untuk menutupi saluran pernapasanmu karena di area kawah ini mengandung kandungan belerang yang cukup tinggi dan berbahaya bagi kesehatan.
Berada tak jauh dari kompleks Candi Arjuna, Kawah Sikidang merupakan kawah belerang aktif dan menjadi salah satu maskot destinasi wisata dataran tinggi Dieng. Bagi kamu yang hendak mengunjungi tempat ini, disarankan membawa masker untuk menutupi saluran pernapasanmu karena di area kawah ini mengandung kandungan belerang yang cukup tinggi dan berbahaya bagi kesehatan.
·
Telaga Warna dan Telaga Pengilon
Telaga Warna merupakan sebuah telaga alami yang terbentuk dari proses vulkanik. Hal tersebut ditandai dengan masih terdapatnya kandungan belerang yang muncul melalui gelembung-gelembung udara di permukaan air telaga. Kamu bisa mengitari telaga ini dengan menyusuri jalan conblock yang sudah dibangun. Bersebelahan dengan Telaga Pengilon , kedua telaga ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang menjulang tinggi. Jika waktumu luang, kamu bisa mendaki bukit-bukit ini mendapatkan view Telaga Warna dari ketinggian yang sangat mempesona.
Telaga Warna merupakan sebuah telaga alami yang terbentuk dari proses vulkanik. Hal tersebut ditandai dengan masih terdapatnya kandungan belerang yang muncul melalui gelembung-gelembung udara di permukaan air telaga. Kamu bisa mengitari telaga ini dengan menyusuri jalan conblock yang sudah dibangun. Bersebelahan dengan Telaga Pengilon , kedua telaga ini dikelilingi oleh bukit-bukit yang menjulang tinggi. Jika waktumu luang, kamu bisa mendaki bukit-bukit ini mendapatkan view Telaga Warna dari ketinggian yang sangat mempesona.
·
Puncak Sikunir
Terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah, Puncak Bukit Sikunir memiliki pesona sunrise yang tak kalah indah dari Bromo dan Borobudur. Dari puncak bukit setinggi 2300 m dpl kamu bisa mendapatkan spot terbaik untuk menyaksikan atau mengabadikan matahari terbit yang menawan di kawasan dataran tinggi Dieng. Jika bergerak ke sisi lainnya, kamu bisa menyaksikan Telaga Cebong dalam pelukan perbukitan.
Terletak di Desa Sembungan yang merupakan desa tertinggi di Jawa Tengah, Puncak Bukit Sikunir memiliki pesona sunrise yang tak kalah indah dari Bromo dan Borobudur. Dari puncak bukit setinggi 2300 m dpl kamu bisa mendapatkan spot terbaik untuk menyaksikan atau mengabadikan matahari terbit yang menawan di kawasan dataran tinggi Dieng. Jika bergerak ke sisi lainnya, kamu bisa menyaksikan Telaga Cebong dalam pelukan perbukitan.
·
Gunung Prau
Lengkapi petualanganmu ke Dieng dengan menyempatkan diri mendaki Gunung Prau. Terletak di perbatasan tiga kabupaten (Wonosobo, Batang, dan Kendal), gunung setinggi 2565 mdpl ini menjadi primadona baru para pendaki. Dengan track yang tidak terlalu panjang dan bisa dibilang lumayan mudah, kamu bisa menyaksikan sunrise yang indah dari puncak gunung ini. Gundukan bukit teletubbies di puncak dan deretan gunung-gemunung nan gagah menjadi pemandangan pagi nan indah.
Lengkapi petualanganmu ke Dieng dengan menyempatkan diri mendaki Gunung Prau. Terletak di perbatasan tiga kabupaten (Wonosobo, Batang, dan Kendal), gunung setinggi 2565 mdpl ini menjadi primadona baru para pendaki. Dengan track yang tidak terlalu panjang dan bisa dibilang lumayan mudah, kamu bisa menyaksikan sunrise yang indah dari puncak gunung ini. Gundukan bukit teletubbies di puncak dan deretan gunung-gemunung nan gagah menjadi pemandangan pagi nan indah.
Tips Berwisata ke
Kompleks Candi Arjuna
·
Kenakanlah jaket, pakaian tebal, dan kupluk atau topi yang
berfungsi untuk menghangatkan tubuhmu saat berada di dataran tinggi Dieng.
Rata-rata suhu di dataran tinggi Dieng pada malam hari berkisar antara 6-12
derajat celcius. Namun di puncak musim kemarau, bisa mencapai nol derajat
celcius. Meski kamu mengunjungi Dieng di siang hari, tetap saja hawa dingin
terasa menusuk kulit.
·
Waktu terbaik untuk berkunjung ke kompleks Candi Arjuna di
dataran tinggi Dieng ini adalah saat musim kemarau, sekitar antara bulan Mei
hingga September.
·
Momen terbaik mengabadikan kompleks Candi Arjuna adalah pada
saat subuh dari spot Musum Kailasa yang posisinya lebih tinggi. Kamu akan
mendapat visual misty dari ketinggian dimana kompleks Candi
Arjuna berselimut kabut kemudian ditempa cahaya kuning keemasan sinar mentari
pagi dan background perbukitan yang mengelilinginya.
·
Jangan lupa untuk mencicipi kripik kentang atau kentang goreng
khas Dieng yang lezat. Selain bisa menjadi kudapan saat di perjalanan, camilan
ini juga cocok dijadikan oleh-oleh.
·
Di sekitar Kompleks Candi Arjuna terdapat beberapa toko penjual
oleh-oleh. Salah satu makanan khas Dieng adalah carica dan kripik jamur.
Pastikan kamu tidak lupa untuk membeli dua penganan tersebut.
·
Perhatikan sampahmu! Seorang pejalan yang bijak tak akan
meninggalkan apapun kecuali jejak kaki dan tak akan mengambil apapun kecuali
gambar. Ada baiknya juga kamu dapat bercengkerama dengan penduduk lokal untuk
bisa lebih mengeksplor kepuasanmu saat berwisata di kawasan dataran tinggi
Dieng.
Sumber : https://www.maioloo.com/tempat-wisata/jawa-tengah/candi-arjuna/
Komentar
Posting Komentar